WELCOME SELAMAT DATANG SUGENG RAWUH, TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA THANKS FOR YOUR VISIT

Sunday, February 9, 2014

Cookies Garut Berprebiotik : Betapa Sehatnya!


Selain memiliki karbohidrat yang tinggi, umbi garut juga mengandung protein yang cukup tinggi dan bebas gluten yang aman untuk penderita penyakit autis. Selain itu, pati garut sangat rendah kalori, dari 100 umbi garut hanya menghasilkan 65 kalori.
 
Cookies adalah kue kering yang berbahan dasar pati atau tepung yang diolah bersama bahan-bahan kue kering lainnya, seperti telur, margarin, dan lain sebagainya. Cara membuat cookies sangat mudah. Kue ini digemari dari berbagai kalangan, tua-muda, dan lain sebagainya. Biasanya kue ini menjadi pilihan pelengkap minum teh atau kopi, atau sebagai pengganjal perut sementara.

Produk Gama Prebiotic Cookies ini dibuat selain untuk memperkaya daftar makanan sehat juga bertujuan untuk memanfaatkan pangan lokal. Cookies yang sangat digemari berbagai kalangan dibuat dari bahan dasar pati dan tepung garut yang kaya akan protein dan serat sehingga para pecinta cookies tak perlu khawatir akan bertambah berat badannya setelah mengkonsumsi ini. Kelebihan lainnya adalah cookies ini mengandung prebiotik. Apa itu prebiotik? Sudah dijelaskan di artikel sebelumnya :D

Banyak manfaat yang diperoleh dari cookies bagi kesehatan. Ia mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh dan aman dikonsumsi. Cookies ini dapat diperoleh di toko-toko tertentu. Ada 2 jenis kemasan yakni premium dan komersil. Kemasan premium berisi 27 biji, dan kemasan komersil berisi 15 biji. Tersedia 2 macam rasa, yakni original dan tebur chocochips. Harganya sangat murah dan terjangkau. Bisa dikonsumsi untuk semua kalangan. Selamat mencoba!<riza>

Garut Sangat Potensial Meningkatkan Kesehatann


Garut
Ubi garut (arrowroot) merupakan salah satu jenis umbi-umbian, yangbanyak ditemukan di Indonesia. Tanaman garut termasuk dalam family Marantaceae, genus Maranta spesies Maranta arundinaceae L. Tanaman iniberasal dari Indian Barat (West Indian), mereka menyebut Tibur starch,merupakan family Ginger, genus Curcuma. Ubi garut mengandung 12% tepung kering dan 1.7% protein.
Masyarakat mengenal ubi garut dengan istilah yang berbeda-beda, di Jawa ada yang menyebut angkrik, arus, erus, sedangkan di daerah Sunda dikenal dengan nama patat atau sagu (Widowati et al. 2002) Di Malaysia disebut ubi bemban, Batak: Sagu Ban-ban, Nias: Saku Ndrawa, Minang: Sagu larut, Bali: Krarus, Minahasa: Tawang, Gorontalo: Labia Walanta
2
 
Pemanfaatan umbi-umbian lokal ”terpinggirkan” seperti umbi Garut untuk meningkatkan kesehatan masyarakat memang perlu digarap secara lebih serius. Umbi garut ( Marantha arundinaceae L) menurut Kumalasari (2004) mengandung komponen-komponen prebiotik, antara lain serat larut 2,37 % (db), serat tak larut 12,49% (db), juga rafinosa, laktulosa dan stakiosa. Rafinosa terdapat dalam jumlah yang paling besar yakni 396,88ppm, laktulosa sebanyak 270,84ppm, dan stakiosa berjumlah sangat sedikit, yakni  kurang dari 56,68ppm. Rafinosa dan stakiosa dapat digunakan oleh Bifidobacteria dan Lactobacilli dengan memecahnya menjadi monosakarida (Hou, dkk., 2000).
Pengujian in vitro terhadap ekstrak umbi garut segar terbukti dapat menstimulasi pertumbuhan B.longum dan Lactobacillus G3, sekaligus mampu menekan pertumbuhan S.typhimurium, B.cereus dan E.coli (Kusnandar dkk., 2007). Secara in vivo, pemberian diet tepung garut pada tikus terbukti dapat meningkatkan populasi Lactobacilli pada saluran pencernaan tikus (Kumalasari,2009).


Komposisi Zat Gizi Tepung Garut
Komponen
Jumlah
Air, %wb
Abu, %db
Protein, %db
Lemak, %db
Amilosa, %db
Serat Larut, %db
Serat Tak Larut, %db
Oligosakarida rafinosa, ppm
Oligosakarida laktulosa, ppm
11,9
0,58
0,14
0,84
25,94
5,03
8,74
396,88
270,84


Sedangkan Pati garut dapat digunakan sebagai bahan penambah nafsu makan (stomachica), anti-radang (anti-inflammatory), dan sebagai penguat (tonik), obat diare, radang sendi, radang usus, penambah asam lambung, mengatasi keputihan, biang keringat, digigit serangga, jerawat atau flek hitam.